Menag Resmikan Masjid Bantuan Saudi Arabia di STAIN Palu Palu,26/8(Pinmas)--Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni meresmikan penggunaan Masjid Al-Abrar di kompleks Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Dato Karama Palu, Sulawesi Tengah,Selasa (26/8), yang dibangun menggunakan dana bantuan pemerintah Arab Saudi tahun 2007 senilai Rp900 juta.
Masjid yang diresmikan tersebut berlantai dua dengan ukuran sekitar 800 m2 dan mampu menampung 1.000 jemaah untuk sholat.
Turut menyaksikan peresmian masjid di Palu pada hari Selasa itu, antara lain Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta Ibrahim bin Sulaiman Al-Ghuaimsyi, Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju, dan Ketua STAIN Dato Karama H. Surdiman Rais.
Dalam sambutannya Menag mengatakan masjid bukan hanya dijadikan fasilitas untuk sholat, melainkan juga dikembangkan menjadi sarana pendidikan bagi mahasiswa dan staf pengajar. "Di dalam masjid dapat dikembangkan kegiatan diskusi serta kajian keilmuan berkaitan dengan masalah keislaman atau masalah umum lainnya, sehingga dapat menciptakan manusia yang paripurna," katanya.
Menag juga meminta para pengelola rumah ibadah ini untuk mencitrakan masjid kampus lebih baik dibanding yang ada di luarnya. Kampus, menurut dia, merupakan tempat hunian para ilmuan, sehingga lingkungannya pun harus semarak dengan aktivitas pengembangan ilmu dan amal untuk kepentingan bangsa ke depan, termasuk rumah ibadah yang ada di dalamnya.
"Jamaah masjid itu merupakan potensi bagi umat dan bangsa ini sehingga harus dikembangkan, agar bermanfaat bagi banyak orang," katanya.
Menanggapi permintaan Gubernur Paliudju dan civitas akademika STAIN Dato Karama, Menag mengatakan terbuka peluang untuk meningkatkan status perguruan tinggi ini menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri). "Jawabannya tergantung saudara-saudara," ujarnya.
Menurut Menag, pihaknya tidak menutup diri atas perubahan status tersebut, namun semua pihak terkait terlebih dahulu harus melengkapi persyaratan yang diperlukan, antara lain jumlah staf pengajar beserta kualifikasinya.
"Cuma saya ingatkan jangan berpikir mengubah STAIN menjadi BUIN (Badan Usaha Institut Agama Islam Negeri) sebab anggaran yang diperlukan sangat besar," katanya.
STAIN Dato Karamah Palu sendiri, menurut laporan ketuanya Sudirman Rais, saat ini memiliki empat jurusan, yakni Tarbiyah, Dakwa, Ushuludin, dan Syariah. Sedangkan jumlah mahasiswa yang terdaftar mencapai 1.500 orang dengan staf pengajar sebanyak 132 orang.
Dari jumlah staf pengajar itu, delapan orang lulusan strata tiga (S-3), satu profesor, dan sekitar 40 lainnya dengan latar belakang pendidikan strata dua. "Tapi saat ini masih ada sekitar 20 orang lagi yang sementara ini menyelesaikan pendidikan S3 dan 10 orang di antaranya direncanakan selesai pada tahun 2009," kata dia.(ant/ts)