JAKARTA (Suara Karya): Puluhan ribu umat Muslim dengan berpakaian putih-putih memadati Masjid Istiqlal, Jakarta. Mereka menghadiri acara "Indonesia Berzikir, Berkah Jakartaku", yang dipandu Dai kondang Arifin Ilham. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Acara yang digelar di masjid terbesar di Indonesia pada Minggu (24/8) itu diselenggarakan berkat kerja sama Majelis Az-Zikra dengan forum Al Bakrie pimpinan putra Menko Kesra Aburizal Bakrie, Anindya Bakrie. Pada kesempatan itu terlihat Menko Kesra Aburizal Bakrie berada di barisan depan. Tampak juga Dai kondang Habib Hasan bin Jafar Assegaf dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.
Dalam kesempatan ini ketua panitia acara Bambang Triatmono dari Forum Al Bakrie menjelaskan, selain zikir bersama, Forum Al Bakrie juga akan memberikan sumbangan kepada 100 masjid di seluruh Indonesia.
Nuansa syahdu sangat terasa saat Arifin Ilham mulai memandu puluhan ribu umat Muslim untuk berzikir. Mereka mengikuti lantunan zikir yang keluar mengalir dari bibir dai kondang tersebut. Saat memimpin zikir, dia meminta kepada Allah agar Indonesia diberi wakil rakyat yang saleh dan pemimpin yang takut kepada Allah.
Sementara dalam tausiyahnya, Arifin di antaranya juga menyinggung berbagai permasalahan hukum di Indonesia. Selain Arifin Ilham, yang juga menyampaikan tausiyahnya adalah Aa Gym. Pada kesempatan itu, dai yang terkenal dengan "manajemen qalbu"-nya itu meminta agar para koruptor tidak plintat-plintut. Dia menyampaikan tausiyahnya setelah Habib Hasan bin Jafar Assegaf berceramah.
Dia juga mengungkapkan rasa prihatinnya atas kasus korupsi di negeri ini. Dia minta agar para koruptor itu bertobat. Kondisi bangsa yang sedang terpuruk, ujar Aa Gym, tidak boleh membuat umat Islam Indonesia berputus asa.
Sementara itu, Menko Kesra Aburizal Bakrie, di hadapan para wisudawan dan wisudawati Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), saat memberikan sambutan, menceritakan pengalaman-pengalamannya ketika masih menjadi mahasiswa. Dia berpesan agar para wisudawan dan wisudawati mempersiapkan diri untuk terjun ke masyarakat. Harus mempunyai daya saing, agar menjadi yang terdepan.
Wisuda ke-3 UAI itu sendiri diikuti 195 mahasiswa dari tujuh fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra, Fakultas Agama Islam, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pada kesempatan itu, Tia Astrid Winanda dari FISIP mendapat predikat sebagai wisudawati dengan IPK tertinggi, 3,92. (Budi Seno)