Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) mengusulkan kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) khusus kepada pemerintah Indonesia melalui Departemen Agama (Depag). Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak mentah dunia dan tarif baru untuk akomodasi hotel di Arab Saudi.
''Naiknya harga minyak mentah dunia akan berimbas pada kenaikan harga BBM untuk penerbangan yang besarnya mencapai 30 persen. Ini menjadi persoalan pada paket-paket perjalanan haji khusus," kata Ketua Umum Amphuri Baluki Ahmad kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (13/5) lalu.
Baluki menyebutkan, paket yang akan ditawarkan sejumlah biro perjalanan haji khusus akan mengalami penyesuaian harga atau kenaikan sekitar 500 hingga 750 dolar AS. Untuk biaya umrah misalnya, yang awalnya berkisar 1.200 dolar AS, kini melonjak hingga 1.500 dolar AS, belum termasuk fiskal.
Dengan biaya 1.500 dolar AS tersebut, jamaah hanya mendapat kamar hotel biasa dengan satu kamar berempat. Dan harga 1.500 dolar AS tersebut hanya berlaku untuk zona Jabodetabek. Sedangkan untuk daerah lain dipastikan akan lebih tinggi lagi.
Ia menjelaskan, biaya tiket pesawat yang saat ini mencapai 1.010 dolar AS, ditambah visa sekitar 40 dolar AS, maka biaya umrah sebesar 1.200 dolar AS sudah tidak mungkin diterapkan. ''Mana ada hotel seharga 200 dolar AS untuk delapan hari?'' paparnya.
Apalagi dengan rencana yang akan dibuat pengelola hotel dan apartemen di Makkah dan Madinah untuk kontrak penempatan jamaah haji dan umrah. ''Pengelola hotel di Arab Saudi akan menunggu penawaran dari negara lain yang berani menawar lebih mahal dari yang diajukan anggota Amphuri,'' ujarnya.
Karena itu, kata dia, setidaknya untuk paket ibadah haji tahun 1429 H, diperkirakan akan mencapai minimal 5.500 dolar AS, dan paket umrah dari 1.200 dolar AS, menjadi 1.500 dolar AS.
Sementara itu, Wakil Ketua Amphuri, Rustam Sumarna menghimbau masyarakat agar waspada terhadap biro perjalanan yang menawarkan harga sangat murah. Alasannya, biaya yang murah, sarat dengan penipuan. ''Kalau terlalu murah, bisa jadi pelayanan jamaah akan dikorbankan. Terkatung-katung, dan bahkan tidak jadi berangkat," katanya.
Ia mencontohkan batalnya ratusan jamaah umrah beberapa waktu lalu. Menurut dia, hal itu disebabkan jamaah tergiur dengan paket murah yang ditawarkan oleh sejumlah travel. Karena itu, kata dia, bila ada travel yang menawarkan paket haji atau umrah di bawah ketentuan Depag, sebaiknya masyarakat melaporkannya ke Amphuri. (sya )