Rol- Musim penyelenggaraan haji tahun 2008/2009 masih sekitar enam hingga tujuh bulan lagi. Namun demikian, calon jamaah haji perlu mempersiapkan diri sedini mungkin agar bisa menggapai haji mabrur. Waktu yang tersisa hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, mulai dari persiapan fisik hingga keilmuan tentang manasik haji. Dengan demikian, segala hal yang berkaitan dengan rukun Islam yang kelima ini, bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.
Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia, Prof Dr KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, sebelum berangkat ke Tanah Suci, calon jamaah haji harus memantapkan diri dalam mengamalkan dan mempelajari segala proses dan tata cara beribadah haji, terutama tentang pengetahuan manasik haji. ''Saat di Tanah Suci, jamaah haji harus bisa mandiri dan tidak banyak menggantungkan dirinya kepada pembimbing haji. Sebab, di tengah situasi orang yang ramai, sulit bagi jamaah bila harus mengandalkan pembimbing. Karena itu, selain pengetahuan yang sudah diberikan, ada baiknya jamaah mempelajari sendiri manasik haji, sehingga saat di Tanah Suci, semuanya bisa dilaksanakan tanpa ada keraguan,'' papar Satori kepada Republika.
Ia menambahkan, kemandirian jamaah sangat diperlukan dalam mengerjakan ibadah haji. ''Dengan keterbatasan pembimbing, maka jamaah harus mampu mengerjakan segala sesuatunya dengan baik,'' ujarnya. Ia mengatakan, pengetahuan jamaah terhadap manasik haji sangat penting dalam melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Sebab, tata cara haji yang cukup banyak syarat, rukun dan wajib haji, masing-masing harus diketahui jamaah. ''Jangan sampai hanya mengejar yang sunnah, justru melupakan yang wajib, apalagi rukun haji. Tertinggal satu wajib haji, maka ia akan dikenakan sam (denda). Sedangkan tertinggal satu rukun haji, maka tidak sah hajinya dan ia wajib menggantinya di tahun berikutnya,'' tegasnya.
Berkaitan dengan masalah pembinaan manasik haji, Departemen Agama (Depag) kini terus berupaya meningkatkan pengetahuan manasik haji, khususnya para pegawai termasuk Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Mulai tahun ini, KUA menjadi ujung tombak dalam pembinaan manasik haji bagi masyarakat muslim calon jamaah haji. Untuk itu Subdit Penyuluhan Haji Direktorat Pembinaan Haji Depag, menggelar Orientasi bagi Kepala KUA se-Propinsi Sumut, yang berlangsung di Hotel Darma Deli, Medan, 3-7 Mei 2008.
Menurut Kasubdit Penyuluhan Haji Depag, Ahda Barori, orientasi ini dimaksudkan agar para kepala KUA secara optimal dapat berperan sebagai penyuluh dan pelayanan informasi kepada jamaah haji. ''KUA sebagai unit kerja terdepan Departemen Agama diharapkan mampu menjadi penyebar informasi haji yang tepat, jelas dan terkini,'' kata Ahda.
Orientasi ini diikuti sebanyak 35 Kepala KUA se-Sumut. Tema orientasi diarahkan pada penyebarluasan informasi haji melalui peran serta KUA dalam pembinaan haji untuk mewujudkan image building tentang perhajian secara tepat, jelas dan terkini, serta menciptakan profesionalitas petugas haji.
Kepala Bidang (Kabid) Haji Kanwil Depag Sumut, Taufiqurrahman menyatakan, para Kepala KUA harus memiliki visi dan misi dan dapat menciptakan program baru dalam memberikan penyuluhan dan pelayanan informasi haji kepada jamaah haji. ''Sebagai garda terdepan, Kepala KUA memiliki tugas yang sangat penting dalam mendidik dan membimbing masyarakat muslim khususnya calon jamaah haji untuk menggapai predikat haji mabrur,'' paparnya.
( sya/mch )